Wednesday, March 20, 2013

0 Bus Tabrakan dengan Truk


Kecelakaan lalulintas terjadi di jalan lingkar Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 20 Maret 2013 sekira pukul.08.15 WIB. Sebuah truk pengangkut batu bertabrakan dengan bus Dewi Sri. Kecelakaan diduga akibat kecerobohan sopir tepatnya di dekat jembatan sungai Keruh yang longsor dan lalulintas diberlakukan buka tutup.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, truk pengangkut batu dengan nomor polisi (nopol) AA 1461 HC meluncur dari arah selatan, setelah melewati jembatan tiba-tiba dari arah berlawanan nyelonong bus Dewi Sri dengan nopol G 1613 AE, dan menyerobot antrian kendaran yang ada di depannya. Tabrakan tak dapat dihindari dan kedua kendaraan ringsek pada bagian depannya.

"Saya jaln pelan karena mendapat giliran, setelah lewat jembatan tiba-tiba bus nyelonong dari arah depan menerobos antrian dan terjadi tabrakan," kata Hojin (41) sopir truk yang warga Paguyangan.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kecelakanan tersebut, tapi sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka ringan dan sempat menjalani perawatan di RSUD Bumiayu. Korban loka diantara sopir truk dan sopir bus Dewi.Sri, Inu (31) warga Kedungbanteng Purwokerto dan juga beberapa penumpang bus.

Peristiwa kecelakaan itu juga sempat mengakibatkan arus lalulintas macet beberapa saat, sampai akhirnya kedua kendaraan naas itu ditarik dengan mobil derek. Kecelakaan lalulintas ini juga masih dalam penangan pihak Pos Lantas Bumiayu.

Tuesday, March 5, 2013

1 Warga Kebandungan Tewas Tersambar Petir


Dua warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban sambaran petir. Salah satu diantaranya tewas setelah sempat diperiksa petugas kesehatan.

Korban tewas yakni Sudiryo (26), warga RT 02 RW 01 Desa Kebandungan, sementara tetangganya Riyo (30) mengalami luka bakar cukup parah, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) di Purwokerto.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadiannya pada Minggu 03 Maret 2013 sore. Saat itu Sudiryo yang pulang dari Bantarkawung naik ojek motor yang dikendarai oleh Riyo dalam keadaan hujan. Berboncengan keduanya pulang menuju Kebandungan. Ketika melintas di jalan pinggir aliran sungai Pemali yang masuk wilayah Kebandungan, tiba-tiba petir menyambar dari arah belakang hingga keduanya terjatuh.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dengan membawa keduanya ke petugas kesehatan. Tapi Sudiryo akhirnya meninggal setelah sempat diperiksa oleh petugas kesehatan tersebut.

Saksi mata, Udin (40) mengatakan, sambaran petir yang mengenai korban diduga dipicu oleh telepon seluler atau HP yang dibawa oleh korban. Saat warga memberi pertolongan handphone tersebut dalam keadaan aktiv dan menyala, kemungkinan ada panggilan masuk atau pesan singkat. "Kemungkinan juga korban habis menggunakan HP," katanya.

Kapolsek Bantarkawung, AKP Dofari SH ditemui wartawan, Senin 04 Maret 2013 membenarkan kejadian itu, menurutnya korban tewas dan yang terluka akibat sambaran petir. "Hasil pemeriksaan korban luka dan tewas akibat tersambar petir," katanya

Dihimbau kepada warga, untuk berhati-hati ketika sedang turun hujan yang menimbulkan petir. Begitu pula dengan penggunaan HP. Saat perjalanan apalagi hujan sebaiknya tidak menggunakan HP.

"Penggunanaan HP saat berkendara selain mengganggu konsentrasi juga bisa menimbulkan bahaya seperti men impa pada dua korban tadi," tandas Dofari.

Thursday, February 28, 2013

0 Rencana Tindak Darurat Disiapkan


Bangunan Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, masuk dalam rencana tindak darurat (RTD) yang ditetapkan Kementerian PU. 

Waduk seluas lebih kurang 1,25 Km2 tersebut berusia 83 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Paguyangan Drs Hudiyono MSi, kemarin. “Belum lama ini, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU telah melakukan sosialisasi tentang rencana tindak darurat (RTD) terhadap Waduk Penjalin,” katanya.  

Menurut Hudiyono, RTD merupakan amanat PP No 37/2010 tentang Bendungan. Menurutnya, RTD bukan berarti waduk yang berkapasitas normal 9,5 juta m3 tersebut akan runtuh atau rusak, tetapi merupakan langkah antisipasi segala kemungkinan terburuk. “Apalagi usia waduk sudah tua dan letaknya sangat berdekatan dengan permukiman warga,” katanya. 

Ia menambahkan, dalam sosialisasi turut dipaparkan mengenai ancaman yang ditimbulkan apabila terjadi hal yang mengakibatkan keruntuhan waduk baik akibat bencana alam maupun faktor lainnya. Selain itu, juga dipaparkan pedoman pelaksanaan RTD yakni di antaranya pedoman mengenali keadaan darurat, mengkaji akibatnya dan menguraikan tindakan pencegahannya. Kemudian pedoman alur komunikasi jika terjadi keadaan darurat, menyiapkan peta genangan akibat keruntuhan bendungan dan menyiapkan rencana pengungsian (evakuasi).

Lebihi Usia Normal

Kepala Pengairan UPT Pemali Hulu, Tasali menyatakan, Waduk Penjalin dibangun semasa kolonial belanda sekitar 1930 sampai 1934.

 “Usianya sekarang sudah 83 tahun. Sudah melebihi usia normal 50 tahun,” kata Tasali. Meski pengelolaan waduk berada di bawah Balai Besar Pemali Juana, Pemkab Brebes berkewajiban memantau karena salah satu fungsi waduk adalah menyuplai air ke wilayah Brebes utara saat musim kemarau.

0 Tronton Holcim Nyungsep ke Sawah


Diduga akibat rem blong, sebuah truk tronton pengangkut bahan semen Holcim terjeremab ke sawah di jalan lingkar Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 27 Februari 2013 sekitar pukul 00.15 WIB dini hari.

Tidak ada korban maupun luka pada kecelakaan tunggal tersebut. Sampai Rabu pagi truk naas tersebut masih dibiarkan dan belum ditarik.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, truk dengan nomor polisi B 9313 QZ melaju dari arah Jakarta menuju Purwokerto. Saat di lokasi kejadian, tepatnya di dekat jembatan Sungai Keruh jalan menyempit karena badan jalan ambrol dan lalu lintas diberlakukan buka tutup atau bergantian. Pengemudi berusaha menghentikan truk, karena dari arah

berlawanan ada kendaraan lain yang akan melintas. Truk tidak dapat dihentikan karena rem tiba-tiba tidak berfungsi.

"Remnya blong dan truk dibuang ke sawah untuk menghindari kecelakaan bertabrakan dengan kendaraan lain," kata Wito salah satu warga.

Akibat peristiwa itu, truk mengalami kerusakan pada bagian bawahnya. Tanggul pembatas jalan juga rusak, karena tertabrak truk yang terjerembab ke sawah sebelah barat jalan tersebut.

Tuesday, February 26, 2013

1 Proyek Jalan Lingkar Utara Tegal-Brebes Terhenti


Proyek jalan lingkar utara yang menghubungkan Tegal-Brebes terpaksa terhenti karena kontraktor tidak dibayar dalam dua bulan terakhir.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) membenarkan hal ini. Menurutnya masih terdapat beberapa urusan administratif yang belum terselesaikan termasuk dengan Bank Dunia selaku pemberi pembiayaan atau utang proyek.

"Saya kemarin ke sana, saya lihat, memang pemborong sekarang agak terengah-engah. Ada Rp 16 miliar seharusnya terbayar, ternyata belum terbayar, ya karena masih ada amandemen kontrak, ada pinjaman yang perlu disetujui Bank Dunia dan sebagainya. Itu yang belum selesai," kata Djoko saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (26/2/2013).

Djoko mengatakan, porsi pembiayaan dari proyek ini berasal dari 30% dana pemerintah melalui APBN, dan 70% berasal dari pinjaman Bank Dunia. Menurutnya, porsi pembiayaan yang dibebankan kepada pemerintah telah selesai.

"Dari pemerintah lancar, porsi kita 30 persen, jadi semisal pembayaran Rp 10 miliar, Rp 3 miliar dari pemerintah sudah selesai. Yang besar itu dari Bank Dunia," katanya.

Dijelaskan Djoko, pemerintah sedang mengupayakan agar masalah ini cepat terselesaikan dan proyek kembali berjalan. Djoko mengaku mengambil pelajaran dari hal ini.

"Sudah saban hari saya mereka telepon mereka datang. Makanya arahan saya, kalau tidak terpaksa jangan berutang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Selama sepekan terakhir aktivitas pembangunan jalan lingkar utara (Jalingkut) sepanjang 17 kilometer yang menghubungkan Tegal-Brebes, Jawa Tengah berhenti total. Proyek jalan yang sebelumnya penuh dengan kegiatan pembangunan jalan tersebut kini nampak sepi.

Sejumlah material jalan yang ada di ruas pembangunan jalan tersebut terbengkalai menyusul ditariknya sejumlah peralatan dan tenaga kerja yang ada di areal pembangunan jalan jalur lingkar tersebut.

Sejumlah pekerja mengatakan mereka tak melakukan aktivitas di proyek tersebut karena kontraktor pengerjaan jalan tersebut tidak di bayar dalam dua bulan terakhir.
 

Kabar Brebes Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates